Selamat Datang di STIKES Telogorejo Semarang

Jl. Puri Anjasmoro / Jl. Yos Sudarso Semarang 50144 Nomor Telepon: 024 76632823, 76632825 Nomor Fax : 024 76632939 Email: humas@stikestelogorejo.ac.id
Selamat Datang di STIKES Telogorejo Semarang

Tahun Akademik 2018/2019

Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru

Daftar Sekarang
Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru

Core Value Telogorejo

Core Value Telogorejo

Logo baru STIKES Telogorejo

Logo baru ini menandakan STIKES Telogorejo yang berani dan dinamis dengan visi Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan pendidikan kesehatan terbaik untuk masyarakat
Logo baru STIKES Telogorejo

Program Beasiswa

Sejak tahun 2012 Yayasan Kesehatan Telogorejo mempunyai program beasiswa untuk 10 anak Indonesia Timur. Anak-anak ini dipilih setelah melalui seleksi di daerahnya untuk kemudian dididik dan diberikan akomodasi hingga menyelesaikan studi menjadi tenaga ahli kesehatan. Setelah itu mereka harus kembali ke daerah asal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Yayasan Kesehatan Telogorejo juga mempunyai progam beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu tiap semester.
Program Beasiswa

Fasilitas Laboratorium

terlengkap di Jawa Tengah

STIKES Telogorejo merupakan salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan yang memiliki laboratorium terlengkap di Jawa Tengah
Fasilitas Laboratorium

Penunjang Praktek Utama Mahasiswa

Untuk menunjang kegiatan praktek mahasiswanya, STIKES Telogorejo menggunakan rumah sakit sendiri yaitu Rumah Sakit Telogorejo yang merupakan salah satu rumah sakit bertaraf internasional dan terbesar di Jawa Tengah sebagai penunjang praktek utama mahasiswa dan beberapa rumah sakit mitra sebagai lahan praktek.
Penunjang Praktek Utama Mahasiswa

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita sering mengalami marah. Bilge and Ünal(2005) dalam jurnal tentang Anger Control and Approach to Nursing menyampaikan bahwa marah merupakan salah satu bentuk emosidasar manusia yang perlu kita kelola karena marah memiliki pengaruh terhadap kesehatan jiwa seseorang. 

Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya marah yaitu keletihan, kesedihan, khawatir, kesepian, permasalahan yang selalu ditumpuk, merasa tidak adil, diancam, dan lainnya (Tatlıoğlu dan Karaca, 2013) . Bila marah tidak bisa dikendalikan akan memicu terjadinya perilaku agresif atau perilaku kekerasan (Kaplan, 2007).

Tanpa kita sadari seringkali tanda-tanda marah yang muncul antara laincepat dan mudah tersinggung, ingin melempar/memukul benda disekitar, menangis, tubuh seakan-akan tegang, badan terasa panas serta jantung berdebar. Jika anda sering mengalami beberapa atau semua tanda diatas maka anda mungkin memiliki kesulitan dalam mengontrol kemarahan.

Mengontrol marah atau yang disebut dengan anger management merupakan belajar menekan kemarahan sehingga tidak menjadikan marah yang negatif. Tujuan dari mengontrol marah yaitu menyadari perasaan dan mengembangkan cara yang lebih sehat untuk mengelola emosi marah serta mengekspresikan kemarahan secara lebih positif.Salah satu bentuk pengelolaan marah yang positif yaitu tidak menggunakan kata-kata kasar dengan intonasi suara tinggi dan mampu menenangkan diri sehingga sesuatu masalah bisa diselesaikan dengan pikiran dingin. 

 

Ada beberapa tehnik bagaimana kita mengontrol marah. Boodman (2013) dalam presentasinya tentang anger managment and coping skillmenjelaskan bahwa tehnik sederhana yang bisa dilakukan pertama kali dengan cara tarik nafas dalam. Gunakan pernapasan dalam untuk membangkitkan rasa damai dan tenang dan untuk melawan ketegangan meningkat. Berkonsentrasi pada nafas masuk dan keluar dari paru-paru untuk mengambil fokus dari sumber kemarahan. 

Tehnik kedua yaitu visualisasi dengan pemandangan, bau, suara, sentuhan dan pengalaman santai atau tempat yang bisa meringankan kemarahanbisa tergambarkan dari memori indah, sesuatu yang terlihat di buku atau di televisi, atau gambar yang benar-benar bisa menciptakan imajinasi orang. Tehnik ketiga yaitu afirmasi dengan mengatakan sebuah kata atau frase seperti "rileks" atau "saya tenang " sehingga bisa membantu menenangkan perasaan marah.

Tehnik keempat yaitu peregangan otot, peregangan atau pijatan otot bisa memiliki efek menguntungkan yang serupa untuk menghilangkan perasaan marah. Salah satu pijatan yang bisa dilakukan ketika marah yaitu Pijat lembut leher, kulit kepala, bahu. Gerakkan lainnya yaitu gerakan kepala perlahan dari samping ke samping atau depan ke belakang untuk meregangkan otot leher, Peregangan lengan di atas kepala, lengkungkan bagian belakang atau tikungan menyamping di bagian pinggang.

Tehnik kelima yaitu Aktivitas fisik atau olahraga bisa membantu seseorang merasa lebih tenang. Contohnya yaitu senam, lari pagi, bersepeda. Tehnik diatas dapat membantu diri sendiri untuk mengelola emosi marah dengan cara yang sederhana

Lantas bagaimana cara kita mengontrol kemarahan orang lain? yaitu dengan beberapa sikap yang bisa dipakai. Sikap pertama yatu meredakan amarah orang lain, jangan membangkitkan masalah atau perdebatan. Dan jika kita mengetahui orang lain melakukannya, cobalah untuk menjadi penengah dan yang meredakan amarah orang yang kita kasihi.

 Cobalah untuk tidak membiarkan orang lain dengan sengaja memicu kemarahannya. Dalam hal ini sikap diam merupakan hal pertama yang bisa dilakukan ketika orang tersebut marah dan memberi keterbukaan untuk mereka mencurahkan isi hati mereka ke anda. Sikap kedua yaitu Jadikan sudut pandang anda bersih dan obyektif. Jangan bermain di dalam versi orang tersebut mengenai suatu peristiwa.

Orang-orang dengan masalah marah biasanya melihat diri mereka sebagai korban―dari keadaan, kecurangan, serangan dan emosi mereka sendiri. Pastikan Anda mengingatkan orang yang Anda kasihi mengenai suatu peristiwa sebagaimana yang terjadi, bukan seperti yang orang lain ingatkan kepada mereka. Dari kedua sikap diatas harapannya dapat membantu anda untuk mengontrol orang lain untuk marah.

Mengontrol marah sangat penting karena berkaitan langsung dengan kecerdasan emosi, yang dimana kecerdasan emosi merupakan kemampuan mengungkapkan perasaaan, mengatur dan mengendalikan emosi salah satunya yaitu marah. Berdasarkan penelitian Goleman, kontribusi IQ hanya berperan 20% untuk keberhasilan seseorang, dan 80% lainnya ditentukan oleh kecerdasan emosi.

Orang yang ber-IQ tinggi namun tidak mampu mengendalikan marah akan sering keliru dalam menentukan pilihan-pilihan dan memecahkan persoalan hidup karena susah untuk fokus dan berkonsentrasi. Di lain hal, orang yang ber-IQ rendah namun memiliki kecerdasan emosi dalam mengontrol marah akan berusaha menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya, mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri, dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik, serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. 

Oleh karena itu Selamat mencoba dalam mengontrol marah terhadap diri sendiri dan orang lain. 

Penulis Artikel :
Laura Khattrine Noviyanti
Dosen STIKES Telogorejo Semarang