Selamat Datang di STIKES Telogorejo Semarang

Jl. Puri Anjasmoro / Jl. Yos Sudarso Semarang 50144 Nomor Telepon: 024 76632823, 76632825 Nomor Fax : 024 76632939 Email: humas@stikestelogorejo.ac.id
Selamat Datang di STIKES Telogorejo Semarang

Tahun Akademik 2018/2019

Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru

Daftar Sekarang
Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru

Core Value STIKES Telogorejo

Core Value STIKES Telogorejo

Logo baru STIKES Telogorejo

Logo baru ini menandakan STIKES Telogorejo yang berani dan dinamis dengan visi Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan pendidikan kesehatan terbaik untuk masyarakat
Logo baru STIKES Telogorejo

Program Beasiswa

Sejak tahun 2012 Yayasan Kesehatan Telogorejo mempunyai program beasiswa untuk 10 anak Indonesia Timur. Anak-anak ini dipilih setelah melalui seleksi di daerahnya untuk kemudian dididik dan diberikan akomodasi hingga menyelesaikan studi menjadi tenaga ahli kesehatan. Setelah itu mereka harus kembali ke daerah asal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Yayasan Kesehatan Telogorejo juga mempunyai progam beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu tiap semester.
Program Beasiswa

Fasilitas Laboratorium

terlengkap di Jawa Tengah

STIKES Telogorejo merupakan salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan yang memiliki laboratorium terlengkap di Jawa Tengah
Fasilitas Laboratorium

Penunjang Praktek Utama Mahasiswa

Untuk menunjang kegiatan praktek mahasiswanya, STIKES Telogorejo menggunakan rumah sakit sendiri yaitu Rumah Sakit Telogorejo yang merupakan salah satu rumah sakit bertaraf internasional dan terbesar di Jawa Tengah sebagai penunjang praktek utama mahasiswa dan beberapa rumah sakit mitra sebagai lahan praktek.
Penunjang Praktek Utama Mahasiswa

Dewasa ini, banyak lulusan perawat yang berasal dari Diploma Tiga (DIII) , Sarjana Satu (S1), Spesialis Perawat bahkan Magister (S2) tidak bisa menjadi pelayan sosial yang baik dan benar. Dan terkesan sama saja dalam memiliki kemampuan dalam mengelola pasien.

Perawat dimata rekan kerjanya sendiri seperti halnya “Kaum Intelektual Bergengsi” (read:dokter) tidak mampu menjadi mitra dalam bekerja memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada klien atau pasien mereka. Sehingga perawat terlihat seperti pembantu dokter yang bekerja sesuai keinginan dan perintah dokter tanpa tahu apa dan mengapa dia harus mengerjakan hal tersebut.Ditelevisi dan banyak disenetron-senetron Indonesia, perawat identik dengan baju kumuh dan dekil, dandanan yang alakadarnya dan baju yang super seksi tanpa memikirkan etika dan sopan santun yang benar. Membawa rekam medis kesana kemari mengikuti kemanapun dokter itu pergi. Lalu dimanakah manfaat perawat tersebut dalam menuntut ilmu selama kuliah bertahun-tahun menghabiskan uang berpuluh-puluh juta jika tidak mampu eksis dalam mengelola pasiennya?Maka dari itu diperlukan “INTERNET” dikalangan mahasiswa calon perawat agar kita sebagai calon penerus perawat tidak terus menyangga dan membawa yang sama. Lalu apa itu “INTERNET” ? INTERNET adalah singkatan dari;1. IN : INOVATIF
Kenapa mahasiswa calon perawat membutuhkan inovatif? Karena jika selama menjadi mahasiswa saja kita tidak mampu inovatif dalam berkarya dan belajar. Maka saat bekerja kelak kita hanya akan menjadi perawat yang monoton dan tidak pernah mendapatkan kesenangan dalam bekerja sebagai pelayan sosial.2. TER : TERAMPIL
Tidak perlu ditanyakan dan diragukan lagi, jika mahasiswa calon perawat harus TERAMPIL! Tidak hanya terampil dalam teori tetapi harus terampil dalam praktek laborat, lapangan dan terampil mengoprasikan alat-alat canggih yang baru dan terkini.
3.  N : NON MALEFICENCE
Konsep dasar dari Non Maleficence adalah tidak merugikan orang lain dan diri kita sendiri. Maka dari itu mahasiswa calon perawat dan perawat harus memiliki jiwa seperti ini.4. E : EMPATI
Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain. Untuk itulah seluruh perawat dan mahasiswa calon perawat di Indonesia dan dunia harus memiliki jiwa seperti ini.5. T : TERPERCAYA
Sudah barang tentu menjadi mahasiswa calon perawat memiliki percaya diri yang kuat tetapi bukan kepercayaan diri yang berlebihan alias Ke-PD-an! Karena di ajaran agama dan ilmu manapun hidup berlebih alias hiper itu tidak baik bukan?Semakin banyak “INTERNET” yang dimiliki mahasiswa calon perawat dan perawat masa kini, maka semakin banyak juga yang akan menghargai perawat sebagai profesi pelayan sosial yang sejati. Pengirim : Aga Wuriyadi 2.11.001